Tulisan Hujan
Hujan..
Tetes demi tetes mengalir deras diantara rintihan suara-suara jiwa yang membisu
Ia membisu, karena tak tahu cara mengungkapkan betapa pahitnya serpihan mawar kenangan yang pernah digenggamnya
Kini mawar itu telah pergi seiring berlalunya hujanku
Sedihku telah terhapus dengan datangnya dirimu
Dinginnya hujan yang menusuk jiwa, kini telah berganti menjadi hangatnya dekapan cahaya hatimu
Syair batu yang pernah kunyanyikan untuknya, tak akan pernah kunyanyikan lagi untukmu
Kan kunyanyikan nada-nada indah untuk menyusuri benang yang telah kita rajut berdua
Kan kutulis lembaran baru dengan pena yang penuh dengan keindahan nusantara
Dan tak akan kubiarkan cahaya ini redup seiring datangnya hujan yang menutupi senja yang indah
Kini tiada lagi awan mendung beserta derasnya hujan yang mengurungku dalam ruang kegelisahan
Karena engkaulah setitik cahaya yang menyinari ruang kegelisahanku dan memberikan kehangatan pada jiwa yang abadi ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar