Sang Penghangat
Kau selalu menceritakan tentang penjara
Penjara yang membungkam rindumu padanya
Rindu yang perlahan membuat hati ini tergores dan tersayat pedih
Yang meredupkan cahaya lentera hati yang menghangatkan sudut gelap ruang hatinya
Kau selalu memandang keatas awan
Memandang sang pangeran berkuda menjemputmu ditaman bunga tempat kau berpijak
Dan hangat mentari menyelimuti hatimu yang terkikis oleh ombak kepedihan
Ijinkan aku menjadi kunci ruang kerinduanmu
Kerinduan yang membawamu kedalam lembah kebencian
Cintaku selalu berbisik padamu
Akan kunci kasih sayang sejati yang akan membebaskanmu dari kepedihanmu
Namun, yang kau dengar hanyalah jeritan kerinduan yang meronta-ronta untuk bebas
Tenang wajahmu berbisik
akan kepedihan yang mendalam
Memohon pada sebuah kunci, untuk membuka pintumu yang membunuh cinta didalam
sudut-sudut ruangan gelap didalamnya
Memohon akan belaian cahaya kasih suci yang memberinya kehangatan sejati
Untuk menghidupkan kembali nyawa sang Cinta
Kau telah temukan lentera sang pangeran
Berjalan dengan mahkota bertahta kebahagiaan
Dan berdiri dengan jubah keindahan
Yang akan mengatarmu berjalan menyongsong langkah sang cinta
Dan tak akan ada lagi obor yang membakar sukmamu
Maafkan aku yang selalu merindukanmu dalam kelamku
Tak akan ada lagi bayangan gelap diantara topeng kasih sayang dan gerbang kepedihan
Tak akan ada lagi aku..
Aku yang selalu menghangatkanmu dikala angin rindu menyelimuti hatimu
Aku yang selalu menceritakan tentang jejak sang Cinta
Dan ijinkanlah aku, menjadi cahaya bulan yang akan selalu mendoakanmu dan
memandangmu dari nan jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar