Social Icons

Pages

Minggu, 17 Mei 2015

Nostalgia hati


Tanpa kusadari, kugenggam sebuah kunci
Kunci yang membawaku menuju sebuah pintu disudut bagian terdalam hatiku
Sebuah pintu kenangan yang kusimpan hanya untukmu
Aku teringat akan senyummu yang menghangatkan jiwa
Aku teringat akan suaramu, sebuah harmoni terindah yang pernah kudengar
Dan aku teringat akan tatapanmu yang melupakanku akan perbedaan warna hitam dan putih


Rangkaian kata yang tak bisa kuucapkan
Kini semakin menumpuk hingga menjadi tumpukan kekecewaan
Yang menghanyutkanku dalam lautan kelam dibagian terdalam lubuk hati
Mungkinkah aku akan tetap seperti ini?

Kau memang laksana bunga wijayakusuma
Yang tak pernah kutahu kapan kelopakmu akan terbuka  untuk lebah yang tersesat ini
Apakah aku harus menantimu dan menerjang kerasnya angin dan ombak?

Namun kini kusadari
Menanti bukanlah hal yang tepat untuk saat ini
Akan kuhancurkan dinding nostalgia yang mengingatkanku akan dirimu
Akan kuhantam serpihan kenangan yang tak pernah bisa kugapai hingga yang tersisa hanyalah Kenyataan
Dan akan kujadikan kau matahari, yang akan menerangi sudut kelam dihati ini



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
 
Blogger Templates