Social Icons

Pages

Kamis, 16 Juli 2015

Dia si Le (penikmat alam)

Dia si Le (penikmat alam)

Sebuah kata yang pantas diucapkan adalah ‘mengagumkan’
Sesuatu yang indah adalah ‘kenangan’
Namun dirimu, adalah sebuah keindahan yang mengingatkanku pada Tuhan
Tentang indahnya kehidupan
Tentang indahnya mengagumi alam negeri, Indonesia

Jumat, 29 Mei 2015

Satu Jam Bersama Bang Billy

Kali ini saya akan memposting postingan serius, ini serius. maka dari itu saya mendengarkan lagu serius. menggunakan kata ganti "saya" pada postingan kali ini.
Jadi, hari ini saya berkunjung kerumah kawan saya bernama Billy (sebut namanya tiga kali). tentu saja bersama 4 sahabat yang saya miliki. banyak pelajaran yang bisa saya petik dari perbincangan kocak dan berbobot khas kami. 

Berikut beberapa hal yang bisa saya petik dari wawancara hangat bersama bang Billy dan kawan:

Minggu, 17 Mei 2015

Nostalgia hati


Tanpa kusadari, kugenggam sebuah kunci
Kunci yang membawaku menuju sebuah pintu disudut bagian terdalam hatiku
Sebuah pintu kenangan yang kusimpan hanya untukmu
Aku teringat akan senyummu yang menghangatkan jiwa
Aku teringat akan suaramu, sebuah harmoni terindah yang pernah kudengar
Dan aku teringat akan tatapanmu yang melupakanku akan perbedaan warna hitam dan putih

Jumat, 15 Mei 2015

Terlambat

Terlambat

Terlambat
Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan diantara duri-duri yang tertancap dihati
Duri beracun yang hanya akan merusak ladang dihati
Ingin sekali aku kembali
Kembali seperti bayi suci yang tak ada satu tetes pun noda dihati
Yang tak mengerti apa itu salah dan apa itu sakit

Sang Penghangat

Sang Penghangat


Kau selalu menceritakan tentang penjara
Penjara yang membungkam rindumu padanya
Rindu yang perlahan membuat hati ini tergores dan tersayat pedih
Yang meredupkan cahaya lentera hati yang menghangatkan sudut gelap ruang hatinya

Kau selalu memandang keatas awan
Memandang sang pangeran berkuda menjemputmu ditaman  bunga tempat kau berpijak
Dan hangat mentari menyelimuti hatimu yang terkikis oleh ombak kepedihan

Bayangku Pada Dirimu

Bayangku Pada Dirimu


Aku terjebak.
Terjebak oleh kabut hitam yang menyelimuti hati kecil ini.
Tak ada cahaya ataupun setitik sinar yang menyinari sudut ruangan gelap ini.
Bahkan ketika sebuah cahaya itu mencoba masuk, sesuatu menghalanginya.

Lagi dan lagi..
Aku terjerat, terjerat oleh tali yang berasal dari sisi gelap disudut hatiku.
Aku mendengar jeritan-jeritan yang berada diruangan ini, namun aku tak tahu darimana jeritan itu berasal.

Senja Menunggu Hari Yang Indah

Senja Menunggu Hari Yang Indah

Kau selalu berdiri menatap matahari, disudut pantai nan permai itu
Membayangkan sang pujaan hati melambai rambutnya yang mulai kusut
Namun semua itu hanyalah sisa dari kenangan manis yang membuatnya gila
Kini merpati tak lagi terbang mengarungi lembutnya ombak langit
Sayap-sayap yang membawanya terbang mengitari awan asmara itu telah patah
Hanya terdengarlah suara tangisan pilu dari pisau dihatinya

Dermaga Hati

Dermaga Hati

Hati ini cukup lelah
Menyusuri samudera tanpa arah
Terombang ambing ditengah derasnya, hujan malam serta ombak yang menerpa
Dan tersesat, tak tahu lagi arah untuk berlabuh

Namun

Tulisan Hujan

Tulisan Hujan

Hujan..
Tetes demi tetes mengalir deras diantara rintihan suara-suara jiwa yang membisu
Ia membisu, karena tak tahu cara mengungkapkan betapa pahitnya serpihan mawar kenangan yang pernah digenggamnya

Kini mawar itu telah pergi seiring berlalunya hujanku
Tak akan pernah kuingat, namun tak kan pernah kulupakan

Mawar

Mawar

Mawar
Mengapa selalu mawar yang tertanam ditaman hati?
Meskipun hanya satu tungkai mawar, namun sejuta derita dan pahit yang kurasakan
Warnanya yang elok menipu seperti bunga bangkai, yang tumbuh ditengah tumbuhan parasit
Duri-durinya yang tersembunyi dibalik keindahannya, hanyalah membuat luka yang semakin dalam
Warna merah merekah menjadi ciri khasnya, seperti darah yang mengalir deras didalam lautan
 
 
Blogger Templates