12.23
Masih tak kumengerti,
bahkan aku tak menyangka bisa kutemukan kembali kotak yang sudah usang ini. kau
tahu, kotak yang telah lama kupendam dalam-dalam diantara kenyataan dan imaji
yang harus kusetubuhi. Bak menemukan sebuah jati diri yang hilang, aku raba dan
terus meraba tiap inci debu yang menyelimuti kotak usang itu. misterius, tak
berwarna, senyap, namun menenangkan.
Kutarik nafas
dalam-dalam, membiarkan dingin udara malam memenuhi paru-paruku, dan
menghembuskannya setelah sang udara bercumbu dengan oksigen, saling bahu
membahu agar aku dapat merasakan nikmatnya dunia fana. Ternyata benar, sesuatu
yang mereka sebut memori itu benar adanya, ia sakit dan juga menyenangkan, ia
tumbuh dan juga ia rusak, ia ada dan ia samar.